Gambar - gambar astronomi

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Komentar

Weather

Kamis, 14 April 2011

SEJARAH PERKEMBANGAN MUSIK INDONESIA

Prasejarah Musik Indonesia sejak ribuan tahun yang lalu ternyata perkembangan musik Indonesia sudah ada, sehingga musik itu dikatakan telah melampaui batas bahasa, kebudayaan bahkan agama. Bagi orang barat, India sering disamakan dengan Indonesia. Mereka menyebut India dengan Indie (Nedherland-Oost) yang maksudnya Indonesia.
Anggapan semacam itu mengakibatkan kekayaan alat seni maupun kesenian di Indonesia tidak diperhitungkan oleh bangsa lain, terutama waktu penjajahan Belanda masih bercokol di bumi Indonesia.
Khasanah seni di Indonesia adalah sangat kaya dan bermutu tinggi dan dapat disejajarkan dengan seni klasik di negeri yang berkembang.
A. Jaman Prasejarah (sebelum abab 1 Masehi)
Ternyata prasejarah Indonesia belum banyak diteliti dengan kata lain diselidiki oleh para arkeolog , sejarawan atau yang lain. Padahal justru waktu antara tahun kira-kira 2500 Sebelum Masehi dan abad ke-1 Masehi menemukan perkembangan kebudayaan termasuk musik sampai saat ini.
Menurut Alec Robertson dan Denis Stevens (penulis buku Geschichte der Musik 1 dari Munchen, Germany), pada jaman Mesolitikum kira-kira tahun 5000 Sebelum Masehi di Asia Tenggara terdapat 3 ras besar: orang Australide (penduduk asli), orang Melanesia (berasal dari Asia Tengah) dan orang Negrito (mungkin dari India).
Lapisan bawah ini di tumpangi lapisan baru dengan dua arus imigrasi besar :
1. Imigrasi Pra-Melayu
Antara tahun 2500 dan 1500 Sebelum Masehi kiranya terjadi suatu perpindahan bangsa dari Asia Tengah ke Asia Tenggara.
Dalam perjalanannya mereka mengutip juga unsur dari Kaukasus dan Mongolia.
Mereka membawa serta kebudayaan bambu serta teknik pengolahan lading. Terutama di Annam (Cina Selatan) mereka memperkenalkan semacam lagu pantun dimana putra dan putri bernyanyi dengan cara sahut menyahut.
Mereka memakai sebuah alat tiup bernama Khen terdiri dari 6 batang bambu yang ditiup bersama dalam kelompok d atau 3 nada. Alat ini dikenal pula di CinaSheng dan di Kalimantan dengan nama Kledi. dengan nama
Alat ini hanya merupakan salah satu alat dari sejumlah besar alat musik bambu yang sampai sekarang terdapat di Asia Tenggara. Sejumlah batang bambu dengan ukuran yang berbeda-beda di tanam di tanah. Tiupan angin menimbulkan bunyi bagaikan Kledi raksasa yang cukup indah (terdapat di Bali sampai sekarang).
Alat musik bambu lain seperti suling, angklung dan lain sebagainya. Telah mengalami suatu proses perkembangan pada waktu kemudian. Seperti xylofonAsia Tenggara dalam bentuk berbeda-beda: sebagai’tatung’ di Annam, ‘rangnat’ di Kamboja, ‘ranat’ di Thailand, ‘pattalar’ di Birma, ‘gambang’ di Jawa, ‘kolintang’ di Sulawesi dan Kalimantan. Xylofon malah diekspor dari Asia Tenggara ke Afrika pada abad 5 Masehi. yang tersebar diseluruh
2. Imigrasi Proto-Melayu pada jaman perunggu (abad 4 Sebelum Masehi)
Menurut para ahli sejarah terjadi lagi suatu gelombang imigrasi ke Indonesia di sekitar abad 4 Sebelum Masehi berpangkal dari suatu daerah Cina SelatanAnnam. Menurut R. von Heine-Geldern perpindahan suku-suku dari daerah tersebut lewat Kamboja, Laos, Thailand, Malaysia ke Indonesia dan berjalan terus ke Filipina, Melanesia dan Polynesia. Hal ini dibuktikan pula oleh P. Wilhelm Schmidt (1868-1954) yang menemukan bahwa para penduduk Indonesia, Melanesia dan Polynesia berdasarkan satu bahasa yang sama (yang memang kemudian berkembang sendiri-sendiri). Teori ini pada jaman sekarang didukung oleh hampir semua ahli sejarah. bernama
Karena ini terjadi pada zaman perunggu maka kedatangan mereka mempengaruhi juga kebudayaan musik.
Diperkirakan bahwa gong-gong pertama berasal pula dari Asia Selatan, karena di dekat Annam, pada tahun 1930-an ditemukan banyak sekali alat dari perunggu, sehingga terbukti bahwa dari sinilah kebudayaan perunggu tersebar tidak hanya ke Indonesia tetapi ke seluruh Asia Tenggara.
Maka kebudayaan ini juga disebut “kebudayaan Dong-son”. Kebudayaan ini berlangsung dari abad 7-1 Sebelum Masehi dan mencapai puncaknya pada abad 3-2 Sebelum Masehi.
Bagaimana dengan musik dalam kebudayaan Dong-son? Kita tidak tahu apa-apa tentang musik mereka. Diperkirakan bahwa gong mereka berukuran besar, maka musiknya berat.
Menurut ahli sejarah tertentu tangga nada Pelog ikut dibawa ke Indonesia oleh kelompok Proto-Melayu. Menurut Alec Robertson dan Denis StevensPelog mula-mula tersebar di seluruh Asia Tenggara, namun kemudian terutama dipelihara di Jawa dan Bali. Karena tidak ada catatan maka tidak dapat diketahui teori musik yang melatarbelakangi tangga nada yang unik ini. tangga nada
Gong-gong yang dibawa oleh Proto-Melayu dari Cina Selatan ke IndonesiaJawa. Rupa-rupanya mula-mula dipakai untuk upacara mendatangkan hujan secara magig (mistik). ternyata ditemukan dalam penggalian di
Pengaruh dari kebudayaan Dong-son ke Indonesia tidak berarti bahwa di Indonesia waktu itu tidak terdapat kebudayaan sendiri, tetapi terjadilah suatu perkembangan : benda-benda dari perunggu dan besi yang masuk “kasalisator”: meski sebelumnya di Indonesia diperkirakan tidak ada perunggu (timah dan kuningan), namun kemudian terbukti bahwa orang Jawa waktu abad-abad pertama Masehi menjadi ahli dalam hal mengolah logam, terutama perunggu.
B. Jaman Sejarah (Hindu-abad 4-12)
Suatu ‘revolusi’ terjadi pada abad 1 Sebelum Masehi di waktu dibuat kapal besar-besar di teluk PersiaLaut Cina. Maka lalu lintas ke Indonesia pun menjadi intensif (sebelumnya diperkirakan lalu lintas terjadi terutama lewat daratan). Terutama pedagang India mendatangi daerah-daerah Indonesia sejak abad 2 dan 3 Masehi untuk perdagangan. Maka pengaruh India di Indonesia dan tambah besar, baik dari segi perdagangan dan politik maupun agama dan kebudayaan.
Dari dokumen-dokumen dan penemuan nampak bahwa agama Budha masuk kepulauan IndonesiaSumatera pada awal abad 7 Masehi dalam kerajaan Sriwijaya dan kemudian di Jawa dengan kerajaan Syailendra (750-850 Masehi). Pengaruh kebudayaan India mencapai puncaknya dari pertengahan abad 8 Masehi sampai abad 11 Masehi dimana fase kreativitas yang sangat tinggi. Pada masa itu berkembanglah kebudayaan Jawa berupa musik dan tari, arsitektur dan seni rupa, pada waktu itu dibangunlah Candi Borobudur dan Candi PrambananIndonesia dari masa lalu sampai sekarang. pada abad 4 Masehi. Mereka mendirikan pusatnya di pulau yang menjadi kebanggaan bangsa
Selain tangga nada Pelog dipakai juga tangga nada Slendro yang bentuk dan rupanya diperkenalkan oleh Dinasti Syailendra pada abad 8 Masehi. Menurut cerita tangga nada ini ditemukan oleh dewa Barata Endra atas petunjuk dewa Shiva. Merurut teori, satu oktaf dibagi dalam 5 interval yang sama (6/5 dari sekon besar). Namun ternyata tidak selalu demikian. Malah dalam penggalian di JawaCina dan musik India. ditemukan alat-alat kuno dengan tangga nada yang mirip dengan tangga nada pentatonic (dengan interval sekon-sekon dan terts kecil), sama halnya dengan tangga nada
Perkembangan musik sangat dipengaruhi oleh drama Hindu dalam bahasa Sansekerta Ramayana. Drama ini diterjemakan dan diolah bebas dalam banyak bahasa di Asia Tenggara. Pementasan dari fragmen-fragmen drama ini sangat disukai. Sesudah abad 9 Masehi terdapat terjemahan dalam bahasa Jawa dan paling sedikit sejak abad 11 Masehi dipentaskan di Jawa. Selain Pementasan tari berkembanglah pula versi wayang, suatu tradisi yang nampaknya berasal dari jaman pra-Hindu.
Waktu orang Hindu datang ke Jawa, maka mereka telah menemukan bermacam-macam alat musik. Dalam relief pada Borobudur terdapat alat musik local maupun alat musik yang diimpor dari India seperti gendamg, termasuk gendang dari tanah dengan kulit hanya di satu sisi, kledi, suling, angklung, alat tiup (semacam hobo), xylofon (bentuknya setengah gambang, setengah calung), sapeq, sitar dan harpa dengan 10 dawai, lonceng dari perunggu dalam macam-macam ukuran, gong, saron, bonang. Tidak dapat disangkal bahwa alat musik mula-mula dimainkan menurut kebiasaan India.
Selain itu dari penggalian-penggalian di Jawa Tengah telah ditemukan sejumlah besar kumpulan bonang, nada-nada gender dan saron, lonceng, gendang, gong-gong, namun tidak jelas dari abad berapa. Tidak semua alat musik tersebut di atas bertahan di Jawa dalam perkembangan waktu selanjutnya. Namun nampak bahwa alat musik ini telah dipakai sebelum jaman Hindu. Perlu diketahui bahwa musik gamelan sebagai musik herefon dengan pola ritme yang kaya, keindahannya terletak justru dalam bunyi bersama dari lagu dan irama yang saling melengkapi menjadi satu ‘simfoni nada dan irama’. Sedangkan musik India termasuk musik solotis (vocal maupun instrumental) meskipun dimainkan juga dalam ansambel sebagai iringan. Namun aneka ragam alat musik di India tidak digabungkan dalam satu orkes, untuk memberi kebebasan pada penyanyi dan pemain.
Bahwa seni musik sejak dulu di Jawa mendapat suatu penghargaan tinggi, dapat disimpulkan dari banyaknya gambar alat musik dalam relief-relief dari jaman itu serta dari naskah-naskah kuno yang rajin menyebut nama alat musik dan sebagainya. Jadi Gamelan sebagai orkes mengalami suatu perkembangan alat musik yang berasal dari India diintergrasikan ke dalam musik tradisional Jawa: gong-gong dalam macam-macam bentuk dan ukuran, gambang ditambah sejumlah alat lain yang sebagian ditinggalkan dalam perkembangan jaman. Bahwa terjadilah suatu perkembangan musik gamelan (sampai sekarang) membuktikan betapa tinggi musik ini hingga tidak ada bandingnya di Negara lain di Asia Tenggara.
Pada masa abad 11 pusat politik pindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur dengan Kerajaan Airlangga yang berhasil menaklukkan seluruh Jawa (1037), Setelah itu dilanjutkan oleh kerajaan Singasari pada abad 13. Wilayah kekuasaan sampai Kerajaan Majapahit (didirikan oleh Raden Wijaya dengan patihnya yang tersohor Gajah Mada). Dengan patihnya Gajah Mada pada tahun 1350-1389 merupakan puncak kejayaan Majapahit dengan Pemerintahan Hayam Wuruk. Seluruh kepulauan (termasuk kerajaan Sriwijaya) masuk dalam wilayah Nusantara (itu nama wilayah kerajaan Majapahit di luar pulau Jawa).
Maka tidak mengherankan bahwa pada waktu itu pun gong yang di Jawa di bawa ke seluruh Nusantara.
Namun itu tidak berarti bahwa semua pulau memakai juga musik gamelan. Meskipun tangga nada Pelog dikenal juga di daerah lain, namun umumnya musik di luar Jawa dan Bali mengikuti pola lain: ritmik yang kaya serta melodic yang agak sederhana berdasarkan tangga nada pentatonic tanpa setengah nada (pentatonic anhemitonis) adalah ciri khasnya.
Pada akhir jaman Hindu gamelan sudah lengkap seperti jaman sekarang. Hanya satu alat belum ada: rebab. Meskipun demikian, menurut Jaap Kunst belum tentu semua alat dimainkan selalu bersama-sama. Mungkin sekali terdapat suatu ansambel dengan alat musik lembut yang terutama dipakai di dalam ruang dengan gender, gambang dan suling.
Selain itu terdapat ansambel dengan alat musik keras dengan gendang, cymbal (di Jawa sudah tidak ada), macam-macam gong yang dipakai terutama diluar gedung untuk pesta dan pawai. Ansambel alat yang keras seperti di Jawa terdapat terdapat pula di pulau-pulau lain misalnya di Nias dan Flores Barat.
Gamelan Munggang, ansambel orkes gamelan tertua, ternyata merupakan ansambel macam ini juga.
Menurur Kurst, kedua ansambel baru digabung menjadi satu orkes gamelan sesudah jaman Hindu.
Dan inipun terjadi dalam perkembangan waktu.
1389 – 1520 merupakan jaman kemunduran dan kehancuran kerajaan Majapahit. Sementara itu di Malaka terjadi perkembangan kerajaan-kerajaan Islam yang berkuasa sampai Sumetera.
1511 Malaka direbut Portugis dan masuk pula ke Kepulauan Maluku(1522). Sementara itu di Jawakerajaan Demak, Kerajaan Islam (1500-1546). berdiri
Kesultanan Demak menguasai seluruh Jawa dan sebagian besar kepulauan di luar Jawa.
Bersama dengan agama Islam masuk ke Indonesia pula alat musik Arab: misalnya rebana, rebab, gambus.
Namun alat musik ini berkembang di Indonesia : berbedalah bentuk dan cara bermain rebab: di Jawa,Bali, Sulsel, Sumba (di Sumba rebab ini disebut ‘dunggak roro’) dengan dua dawai; di Sumatera, Kalimantan, Sulut dan Maluku dengan satu dawai; di Aceh dengan tiga dawai.
Berbedalah pula nama rebana: terbang, trebang, robana, rabana. Sedangkan gambus {sejenis gitar/mandolin) biasanya dilengkapi dengan alat seperti biola, akordeon, gendang, seruling, bas menjadi orkes gambus. Dengan kata lain: alat musik ini mengalami suatu proses pengintegrasian ke dalam tradisi musik Indonesia.
C. Jaman Modern / Masa Kini
Banyak tema legu dalam bermusik. Sehingga karya para musisi terdahulu masih enak dan layak di perkembangan dunia musik modern yang semakin meningkat telah merambah berbagai aspek kehidupan masyarakat serta berkesinambungan dari generasi ke generasi sehingga telah menghasilkan begitu banyak karya yang patut di banggakan. Pesatnya kemajuan industri musik di tanah air pada saat ini di imbangi dengan banyak bermunculannya insan – insan musik yang mendatangkan angin segar bagi industri tersebut. Seperti halnya dunia film, dunia musik juga mempunyai pasar serta penggemar yang banyak dengan aliran musik yang di anutnya, maka berlombalah grup grup musik, duo, maupun solo untuk meniru. Dengan banyak bermunculannya pendatang baru di dunia musik, maka banyak pula karya- karyaserya penghargaan – penghargaantentang musik yang sudah di hasilkan. Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu ditingkatkan dandikembangkan bakat generasi muda Indonesia di bidang musik, khususnya mengenai sejarah, perkembangan serta pengetahuan tentang dunia musik yang sifatnya universal tersebut. Selain itu mereka juga diharapkanmampu untuk memperkenalkan karya – karyake kancah nasional maupun internasional, sebagai hal yang patutdibanggakan, dikembangkan, dipertahankan serta di lstarikankeberadaannya. Mengingat untuk perkembangan dunia musik modern itu sendiri di Indonesia belum ada wadah yang dapat memberi informasi yang akurat tentang segala hal tentang dunia musik moderndi Indonesia. Sedangkan fasilitas untuk mleakukan pelestarian terhadap karya- karya serta penghargaan musik tersebut belum benar – benar ada. Oleh karena itu diharapkan adanya suatu wadah yang dapat menampung karya, penghargaan, minat serta aspirasi yang dapat meningkatkan informasi dan pengetahuan tentang musik modern yang merupakan salah satu warisan khasanah budaya Indonesia.
Ragam musik di Indonesia dapat dibedakan atas musik tradisi, musik keroncong, musik dangdut, musik perjuangan, dan musik pop.
Seiring dengan masuknya media elektronik ke Indonesia,masuk pula berbagai jenis musik barat, seperti pop, jazz, blues, rock, R&B dan musik- musik negeri India yang banyak diperkenalakan melalui film-filmnya. Dari perkembangan ini, terjadilah perpaduan musik asing dengan musik Indonesia. Musik India juga berpadu dengan musik melayu yang kemudian menghasilkan jenis musik dangdut. Maka, muncullah berbagai musisi Indonesia yang beraliran pop, jazz, blues, rock, dan R&B. Berkembang pula jenis musik yang memadukan unsur kedaerahan Indonesia dengan unsur musik barat, terutama alat- alat musiknya. Jenis musik ini sering disebut musik etnis.
Ragam musik di Indonesia dapat dibedakan atas musik tradisi, musik keroncong, musik dangdut, musik perjuangan, dan musik pop.
1. Musik Daerah/Tradisional
Ciri khas jenis musik ini terletak pada isi lagu dan instrumen (alat musiknya). Musik tradisi memiliki karakteristik khas, yaitu syair dan melodinya menggunakan bahasa dan gaya daerah setempat. Seni tradisi yang merupakan identitas, jati diri, media ekspresi dari masyarakat pendukungnya. Musik jenis ini terdiri dari :
1. Instrumen Musik Perkusi.
Antara lain : Gamelan, Talempong, Kulintang, Arumba dan Kendang.
2. Instrumen Musik Petik
Antara lain : Kecapi, Sasando dan Sampek.
3. Instrument Musik Gesek
Antara lain : Rebab dan Ohyan.
4. Instrument Musik Tiup
Antara lain : Suling, Saluang, Serunai, dan Serompet atau Tarompet.
2. Musik Keroncong
Ciri musik jenis ini adalah pada harmoni musik dan improvisasi yang sangat terbatas. Umumnya lagu-lagunya memiliki bentuk dan susunan yang sama. Syair- syairnya terdiri atas beberapa kalimat (umumnya 7 kalimat) yang diselingi dengan permainan alat musik.
3. Musik Dangdut
Ciri khas musik ini terletak pada pukulan alat musik tabla (sejenis alat musik perkusi yang menghasilkan bunyi ndut) dan iramanya yang ringan, sehingga mendorong penyanyi dan pendengarnya untuk mengerakkan anggota badannya.
4. Musik Perjuangan
Ciri khas dari musik ini terletak pada syair- syairnya yang umumnya berisi ajakan untuk berjuang, ajakan untuk berkorban demi tanah air, dan sejenisnya. Irama musiknya cepat dan semangat, serta diakhiri dengan semarak.
5. Musik Populer (pop)
Musik ini memiliki ciri, dalam penggunaan ritme yang terasa bebas dengan mengutamakan permainan drum dan gitar bas. Biasanya, para musisinya juga menambahkan variasi gaya yang beraneka ragam untuk menambah daya tarik dan penghayatan pendengar atau penikmatnya. Musik pop dibedakan menjadi musik pop anak- anak dan musik pop dewasa.
PENUTUP
Musik nusantara adalah seluruh musik yang berkembang di nusantara, yang menunjukkan ciri keindonesiaan. Musik memiliki fungsi sebagai sarana atau media ritual, media hiburan media ekspresi diri, media komunikasi, pengiring tari, dan sarana ekonomi. Ragam musik nusantara yang berkembang dapat dibedakan menjadi musik tradisi, musik keroncong, musik dangdut, musik perjuangan, dan musik pop.
Deikianlah Modul yang sederhana ini saya buat untuk memenuhi syarat pembelajaran di sekolah dan untuk para siswa-siswi yang mudah-mudahan dijadikan sebagai satu inspirasi bagi kita semua untuk meningkatkan semangat kita dalam belajar.
Apabila ada kesalahan dan kekurangan baik isi dan pengungkapannya kami mohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya, kritik dan saran juga kami harapkan dari para penyimak dan pembaca agar kami bisa membuat yang jauh lebih baik lagi dari sebelumnya.

Penyusun
DAFTAR PUSTAKA
http://ohbingung.multiply.com/reviews/item/1
http://www.indonesiaindonesia.com/f/49036-perkembangan-musik-modern/
http://phinxgranger4jc.blogspot.com/2010/05/sejarah-dan-perkembangan-musik.html
http://prasejarahmusik.blogspot.com/2009/08/khasanah-prasejarah-musik-indonesia.html
http://gusmau.wordpress.com/page/2/

SEJARAH PERKEMBANGAN MUSIK INDONESIA

Prasejarah Musik Indonesia sejak ribuan tahun yang lalu ternyata perkembangan musik Indonesia sudah ada, sehingga musik itu dikatakan telah melampaui batas bahasa, kebudayaan bahkan agama. Bagi orang barat, India sering disamakan dengan Indonesia. Mereka menyebut India dengan Indie (Nedherland-Oost) yang maksudnya Indonesia.
Anggapan semacam itu mengakibatkan kekayaan alat seni maupun kesenian di Indonesia tidak diperhitungkan oleh bangsa lain, terutama waktu penjajahan Belanda masih bercokol di bumi Indonesia.
Khasanah seni di Indonesia adalah sangat kaya dan bermutu tinggi dan dapat disejajarkan dengan seni klasik di negeri yang berkembang.
A. Jaman Prasejarah (sebelum abab 1 Masehi)
Ternyata prasejarah Indonesia belum banyak diteliti dengan kata lain diselidiki oleh para arkeolog , sejarawan atau yang lain. Padahal justru waktu antara tahun kira-kira 2500 Sebelum Masehi dan abad ke-1 Masehi menemukan perkembangan kebudayaan termasuk musik sampai saat ini.
Menurut Alec Robertson dan Denis Stevens (penulis buku Geschichte der Musik 1 dari Munchen, Germany), pada jaman Mesolitikum kira-kira tahun 5000 Sebelum Masehi di Asia Tenggara terdapat 3 ras besar: orang Australide (penduduk asli), orang Melanesia (berasal dari Asia Tengah) dan orang Negrito (mungkin dari India).
Lapisan bawah ini di tumpangi lapisan baru dengan dua arus imigrasi besar :
1. Imigrasi Pra-Melayu
Antara tahun 2500 dan 1500 Sebelum Masehi kiranya terjadi suatu perpindahan bangsa dari Asia Tengah ke Asia Tenggara.
Dalam perjalanannya mereka mengutip juga unsur dari Kaukasus dan Mongolia.
Mereka membawa serta kebudayaan bambu serta teknik pengolahan lading. Terutama di Annam (Cina Selatan) mereka memperkenalkan semacam lagu pantun dimana putra dan putri bernyanyi dengan cara sahut menyahut.
Mereka memakai sebuah alat tiup bernama Khen terdiri dari 6 batang bambu yang ditiup bersama dalam kelompok d atau 3 nada. Alat ini dikenal pula di CinaSheng dan di Kalimantan dengan nama Kledi. dengan nama
Alat ini hanya merupakan salah satu alat dari sejumlah besar alat musik bambu yang sampai sekarang terdapat di Asia Tenggara. Sejumlah batang bambu dengan ukuran yang berbeda-beda di tanam di tanah. Tiupan angin menimbulkan bunyi bagaikan Kledi raksasa yang cukup indah (terdapat di Bali sampai sekarang).
Alat musik bambu lain seperti suling, angklung dan lain sebagainya. Telah mengalami suatu proses perkembangan pada waktu kemudian. Seperti xylofonAsia Tenggara dalam bentuk berbeda-beda: sebagai’tatung’ di Annam, ‘rangnat’ di Kamboja, ‘ranat’ di Thailand, ‘pattalar’ di Birma, ‘gambang’ di Jawa, ‘kolintang’ di Sulawesi dan Kalimantan. Xylofon malah diekspor dari Asia Tenggara ke Afrika pada abad 5 Masehi. yang tersebar diseluruh
2. Imigrasi Proto-Melayu pada jaman perunggu (abad 4 Sebelum Masehi)
Menurut para ahli sejarah terjadi lagi suatu gelombang imigrasi ke Indonesia di sekitar abad 4 Sebelum Masehi berpangkal dari suatu daerah Cina SelatanAnnam. Menurut R. von Heine-Geldern perpindahan suku-suku dari daerah tersebut lewat Kamboja, Laos, Thailand, Malaysia ke Indonesia dan berjalan terus ke Filipina, Melanesia dan Polynesia. Hal ini dibuktikan pula oleh P. Wilhelm Schmidt (1868-1954) yang menemukan bahwa para penduduk Indonesia, Melanesia dan Polynesia berdasarkan satu bahasa yang sama (yang memang kemudian berkembang sendiri-sendiri). Teori ini pada jaman sekarang didukung oleh hampir semua ahli sejarah. bernama
Karena ini terjadi pada zaman perunggu maka kedatangan mereka mempengaruhi juga kebudayaan musik.
Diperkirakan bahwa gong-gong pertama berasal pula dari Asia Selatan, karena di dekat Annam, pada tahun 1930-an ditemukan banyak sekali alat dari perunggu, sehingga terbukti bahwa dari sinilah kebudayaan perunggu tersebar tidak hanya ke Indonesia tetapi ke seluruh Asia Tenggara.
Maka kebudayaan ini juga disebut “kebudayaan Dong-son”. Kebudayaan ini berlangsung dari abad 7-1 Sebelum Masehi dan mencapai puncaknya pada abad 3-2 Sebelum Masehi.
Bagaimana dengan musik dalam kebudayaan Dong-son? Kita tidak tahu apa-apa tentang musik mereka. Diperkirakan bahwa gong mereka berukuran besar, maka musiknya berat.
Menurut ahli sejarah tertentu tangga nada Pelog ikut dibawa ke Indonesia oleh kelompok Proto-Melayu. Menurut Alec Robertson dan Denis StevensPelog mula-mula tersebar di seluruh Asia Tenggara, namun kemudian terutama dipelihara di Jawa dan Bali. Karena tidak ada catatan maka tidak dapat diketahui teori musik yang melatarbelakangi tangga nada yang unik ini. tangga nada
Gong-gong yang dibawa oleh Proto-Melayu dari Cina Selatan ke IndonesiaJawa. Rupa-rupanya mula-mula dipakai untuk upacara mendatangkan hujan secara magig (mistik). ternyata ditemukan dalam penggalian di
Pengaruh dari kebudayaan Dong-son ke Indonesia tidak berarti bahwa di Indonesia waktu itu tidak terdapat kebudayaan sendiri, tetapi terjadilah suatu perkembangan : benda-benda dari perunggu dan besi yang masuk “kasalisator”: meski sebelumnya di Indonesia diperkirakan tidak ada perunggu (timah dan kuningan), namun kemudian terbukti bahwa orang Jawa waktu abad-abad pertama Masehi menjadi ahli dalam hal mengolah logam, terutama perunggu.
B. Jaman Sejarah (Hindu-abad 4-12)
Suatu ‘revolusi’ terjadi pada abad 1 Sebelum Masehi di waktu dibuat kapal besar-besar di teluk PersiaLaut Cina. Maka lalu lintas ke Indonesia pun menjadi intensif (sebelumnya diperkirakan lalu lintas terjadi terutama lewat daratan). Terutama pedagang India mendatangi daerah-daerah Indonesia sejak abad 2 dan 3 Masehi untuk perdagangan. Maka pengaruh India di Indonesia dan tambah besar, baik dari segi perdagangan dan politik maupun agama dan kebudayaan.
Dari dokumen-dokumen dan penemuan nampak bahwa agama Budha masuk kepulauan IndonesiaSumatera pada awal abad 7 Masehi dalam kerajaan Sriwijaya dan kemudian di Jawa dengan kerajaan Syailendra (750-850 Masehi). Pengaruh kebudayaan India mencapai puncaknya dari pertengahan abad 8 Masehi sampai abad 11 Masehi dimana fase kreativitas yang sangat tinggi. Pada masa itu berkembanglah kebudayaan Jawa berupa musik dan tari, arsitektur dan seni rupa, pada waktu itu dibangunlah Candi Borobudur dan Candi PrambananIndonesia dari masa lalu sampai sekarang. pada abad 4 Masehi. Mereka mendirikan pusatnya di pulau yang menjadi kebanggaan bangsa
Selain tangga nada Pelog dipakai juga tangga nada Slendro yang bentuk dan rupanya diperkenalkan oleh Dinasti Syailendra pada abad 8 Masehi. Menurut cerita tangga nada ini ditemukan oleh dewa Barata Endra atas petunjuk dewa Shiva. Merurut teori, satu oktaf dibagi dalam 5 interval yang sama (6/5 dari sekon besar). Namun ternyata tidak selalu demikian. Malah dalam penggalian di JawaCina dan musik India. ditemukan alat-alat kuno dengan tangga nada yang mirip dengan tangga nada pentatonic (dengan interval sekon-sekon dan terts kecil), sama halnya dengan tangga nada
Perkembangan musik sangat dipengaruhi oleh drama Hindu dalam bahasa Sansekerta Ramayana. Drama ini diterjemakan dan diolah bebas dalam banyak bahasa di Asia Tenggara. Pementasan dari fragmen-fragmen drama ini sangat disukai. Sesudah abad 9 Masehi terdapat terjemahan dalam bahasa Jawa dan paling sedikit sejak abad 11 Masehi dipentaskan di Jawa. Selain Pementasan tari berkembanglah pula versi wayang, suatu tradisi yang nampaknya berasal dari jaman pra-Hindu.
Waktu orang Hindu datang ke Jawa, maka mereka telah menemukan bermacam-macam alat musik. Dalam relief pada Borobudur terdapat alat musik local maupun alat musik yang diimpor dari India seperti gendamg, termasuk gendang dari tanah dengan kulit hanya di satu sisi, kledi, suling, angklung, alat tiup (semacam hobo), xylofon (bentuknya setengah gambang, setengah calung), sapeq, sitar dan harpa dengan 10 dawai, lonceng dari perunggu dalam macam-macam ukuran, gong, saron, bonang. Tidak dapat disangkal bahwa alat musik mula-mula dimainkan menurut kebiasaan India.
Selain itu dari penggalian-penggalian di Jawa Tengah telah ditemukan sejumlah besar kumpulan bonang, nada-nada gender dan saron, lonceng, gendang, gong-gong, namun tidak jelas dari abad berapa. Tidak semua alat musik tersebut di atas bertahan di Jawa dalam perkembangan waktu selanjutnya. Namun nampak bahwa alat musik ini telah dipakai sebelum jaman Hindu. Perlu diketahui bahwa musik gamelan sebagai musik herefon dengan pola ritme yang kaya, keindahannya terletak justru dalam bunyi bersama dari lagu dan irama yang saling melengkapi menjadi satu ‘simfoni nada dan irama’. Sedangkan musik India termasuk musik solotis (vocal maupun instrumental) meskipun dimainkan juga dalam ansambel sebagai iringan. Namun aneka ragam alat musik di India tidak digabungkan dalam satu orkes, untuk memberi kebebasan pada penyanyi dan pemain.
Bahwa seni musik sejak dulu di Jawa mendapat suatu penghargaan tinggi, dapat disimpulkan dari banyaknya gambar alat musik dalam relief-relief dari jaman itu serta dari naskah-naskah kuno yang rajin menyebut nama alat musik dan sebagainya. Jadi Gamelan sebagai orkes mengalami suatu perkembangan alat musik yang berasal dari India diintergrasikan ke dalam musik tradisional Jawa: gong-gong dalam macam-macam bentuk dan ukuran, gambang ditambah sejumlah alat lain yang sebagian ditinggalkan dalam perkembangan jaman. Bahwa terjadilah suatu perkembangan musik gamelan (sampai sekarang) membuktikan betapa tinggi musik ini hingga tidak ada bandingnya di Negara lain di Asia Tenggara.
Pada masa abad 11 pusat politik pindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur dengan Kerajaan Airlangga yang berhasil menaklukkan seluruh Jawa (1037), Setelah itu dilanjutkan oleh kerajaan Singasari pada abad 13. Wilayah kekuasaan sampai Kerajaan Majapahit (didirikan oleh Raden Wijaya dengan patihnya yang tersohor Gajah Mada). Dengan patihnya Gajah Mada pada tahun 1350-1389 merupakan puncak kejayaan Majapahit dengan Pemerintahan Hayam Wuruk. Seluruh kepulauan (termasuk kerajaan Sriwijaya) masuk dalam wilayah Nusantara (itu nama wilayah kerajaan Majapahit di luar pulau Jawa).
Maka tidak mengherankan bahwa pada waktu itu pun gong yang di Jawa di bawa ke seluruh Nusantara.
Namun itu tidak berarti bahwa semua pulau memakai juga musik gamelan. Meskipun tangga nada Pelog dikenal juga di daerah lain, namun umumnya musik di luar Jawa dan Bali mengikuti pola lain: ritmik yang kaya serta melodic yang agak sederhana berdasarkan tangga nada pentatonic tanpa setengah nada (pentatonic anhemitonis) adalah ciri khasnya.
Pada akhir jaman Hindu gamelan sudah lengkap seperti jaman sekarang. Hanya satu alat belum ada: rebab. Meskipun demikian, menurut Jaap Kunst belum tentu semua alat dimainkan selalu bersama-sama. Mungkin sekali terdapat suatu ansambel dengan alat musik lembut yang terutama dipakai di dalam ruang dengan gender, gambang dan suling.
Selain itu terdapat ansambel dengan alat musik keras dengan gendang, cymbal (di Jawa sudah tidak ada), macam-macam gong yang dipakai terutama diluar gedung untuk pesta dan pawai. Ansambel alat yang keras seperti di Jawa terdapat terdapat pula di pulau-pulau lain misalnya di Nias dan Flores Barat.
Gamelan Munggang, ansambel orkes gamelan tertua, ternyata merupakan ansambel macam ini juga.
Menurur Kurst, kedua ansambel baru digabung menjadi satu orkes gamelan sesudah jaman Hindu.
Dan inipun terjadi dalam perkembangan waktu.
1389 – 1520 merupakan jaman kemunduran dan kehancuran kerajaan Majapahit. Sementara itu di Malaka terjadi perkembangan kerajaan-kerajaan Islam yang berkuasa sampai Sumetera.
1511 Malaka direbut Portugis dan masuk pula ke Kepulauan Maluku(1522). Sementara itu di Jawakerajaan Demak, Kerajaan Islam (1500-1546). berdiri
Kesultanan Demak menguasai seluruh Jawa dan sebagian besar kepulauan di luar Jawa.
Bersama dengan agama Islam masuk ke Indonesia pula alat musik Arab: misalnya rebana, rebab, gambus.
Namun alat musik ini berkembang di Indonesia : berbedalah bentuk dan cara bermain rebab: di Jawa,Bali, Sulsel, Sumba (di Sumba rebab ini disebut ‘dunggak roro’) dengan dua dawai; di Sumatera, Kalimantan, Sulut dan Maluku dengan satu dawai; di Aceh dengan tiga dawai.
Berbedalah pula nama rebana: terbang, trebang, robana, rabana. Sedangkan gambus {sejenis gitar/mandolin) biasanya dilengkapi dengan alat seperti biola, akordeon, gendang, seruling, bas menjadi orkes gambus. Dengan kata lain: alat musik ini mengalami suatu proses pengintegrasian ke dalam tradisi musik Indonesia.
C. Jaman Modern / Masa Kini
Banyak tema legu dalam bermusik. Sehingga karya para musisi terdahulu masih enak dan layak di perkembangan dunia musik modern yang semakin meningkat telah merambah berbagai aspek kehidupan masyarakat serta berkesinambungan dari generasi ke generasi sehingga telah menghasilkan begitu banyak karya yang patut di banggakan. Pesatnya kemajuan industri musik di tanah air pada saat ini di imbangi dengan banyak bermunculannya insan – insan musik yang mendatangkan angin segar bagi industri tersebut. Seperti halnya dunia film, dunia musik juga mempunyai pasar serta penggemar yang banyak dengan aliran musik yang di anutnya, maka berlombalah grup grup musik, duo, maupun solo untuk meniru. Dengan banyak bermunculannya pendatang baru di dunia musik, maka banyak pula karya- karyaserya penghargaan – penghargaantentang musik yang sudah di hasilkan. Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu ditingkatkan dandikembangkan bakat generasi muda Indonesia di bidang musik, khususnya mengenai sejarah, perkembangan serta pengetahuan tentang dunia musik yang sifatnya universal tersebut. Selain itu mereka juga diharapkanmampu untuk memperkenalkan karya – karyake kancah nasional maupun internasional, sebagai hal yang patutdibanggakan, dikembangkan, dipertahankan serta di lstarikankeberadaannya. Mengingat untuk perkembangan dunia musik modern itu sendiri di Indonesia belum ada wadah yang dapat memberi informasi yang akurat tentang segala hal tentang dunia musik moderndi Indonesia. Sedangkan fasilitas untuk mleakukan pelestarian terhadap karya- karya serta penghargaan musik tersebut belum benar – benar ada. Oleh karena itu diharapkan adanya suatu wadah yang dapat menampung karya, penghargaan, minat serta aspirasi yang dapat meningkatkan informasi dan pengetahuan tentang musik modern yang merupakan salah satu warisan khasanah budaya Indonesia.
Ragam musik di Indonesia dapat dibedakan atas musik tradisi, musik keroncong, musik dangdut, musik perjuangan, dan musik pop.
Seiring dengan masuknya media elektronik ke Indonesia,masuk pula berbagai jenis musik barat, seperti pop, jazz, blues, rock, R&B dan musik- musik negeri India yang banyak diperkenalakan melalui film-filmnya. Dari perkembangan ini, terjadilah perpaduan musik asing dengan musik Indonesia. Musik India juga berpadu dengan musik melayu yang kemudian menghasilkan jenis musik dangdut. Maka, muncullah berbagai musisi Indonesia yang beraliran pop, jazz, blues, rock, dan R&B. Berkembang pula jenis musik yang memadukan unsur kedaerahan Indonesia dengan unsur musik barat, terutama alat- alat musiknya. Jenis musik ini sering disebut musik etnis.
Ragam musik di Indonesia dapat dibedakan atas musik tradisi, musik keroncong, musik dangdut, musik perjuangan, dan musik pop.
1. Musik Daerah/Tradisional
Ciri khas jenis musik ini terletak pada isi lagu dan instrumen (alat musiknya). Musik tradisi memiliki karakteristik khas, yaitu syair dan melodinya menggunakan bahasa dan gaya daerah setempat. Seni tradisi yang merupakan identitas, jati diri, media ekspresi dari masyarakat pendukungnya. Musik jenis ini terdiri dari :
1. Instrumen Musik Perkusi.
Antara lain : Gamelan, Talempong, Kulintang, Arumba dan Kendang.
2. Instrumen Musik Petik
Antara lain : Kecapi, Sasando dan Sampek.
3. Instrument Musik Gesek
Antara lain : Rebab dan Ohyan.
4. Instrument Musik Tiup
Antara lain : Suling, Saluang, Serunai, dan Serompet atau Tarompet.
2. Musik Keroncong
Ciri musik jenis ini adalah pada harmoni musik dan improvisasi yang sangat terbatas. Umumnya lagu-lagunya memiliki bentuk dan susunan yang sama. Syair- syairnya terdiri atas beberapa kalimat (umumnya 7 kalimat) yang diselingi dengan permainan alat musik.
3. Musik Dangdut
Ciri khas musik ini terletak pada pukulan alat musik tabla (sejenis alat musik perkusi yang menghasilkan bunyi ndut) dan iramanya yang ringan, sehingga mendorong penyanyi dan pendengarnya untuk mengerakkan anggota badannya.
4. Musik Perjuangan
Ciri khas dari musik ini terletak pada syair- syairnya yang umumnya berisi ajakan untuk berjuang, ajakan untuk berkorban demi tanah air, dan sejenisnya. Irama musiknya cepat dan semangat, serta diakhiri dengan semarak.
5. Musik Populer (pop)
Musik ini memiliki ciri, dalam penggunaan ritme yang terasa bebas dengan mengutamakan permainan drum dan gitar bas. Biasanya, para musisinya juga menambahkan variasi gaya yang beraneka ragam untuk menambah daya tarik dan penghayatan pendengar atau penikmatnya. Musik pop dibedakan menjadi musik pop anak- anak dan musik pop dewasa.
PENUTUP
Musik nusantara adalah seluruh musik yang berkembang di nusantara, yang menunjukkan ciri keindonesiaan. Musik memiliki fungsi sebagai sarana atau media ritual, media hiburan media ekspresi diri, media komunikasi, pengiring tari, dan sarana ekonomi. Ragam musik nusantara yang berkembang dapat dibedakan menjadi musik tradisi, musik keroncong, musik dangdut, musik perjuangan, dan musik pop.
Deikianlah Modul yang sederhana ini saya buat untuk memenuhi syarat pembelajaran di sekolah dan untuk para siswa-siswi yang mudah-mudahan dijadikan sebagai satu inspirasi bagi kita semua untuk meningkatkan semangat kita dalam belajar.
Apabila ada kesalahan dan kekurangan baik isi dan pengungkapannya kami mohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya, kritik dan saran juga kami harapkan dari para penyimak dan pembaca agar kami bisa membuat yang jauh lebih baik lagi dari sebelumnya.

Penyusun
DAFTAR PUSTAKA
http://ohbingung.multiply.com/reviews/item/1
http://www.indonesiaindonesia.com/f/49036-perkembangan-musik-modern/
http://phinxgranger4jc.blogspot.com/2010/05/sejarah-dan-perkembangan-musik.html
http://prasejarahmusik.blogspot.com/2009/08/khasanah-prasejarah-musik-indonesia.html
http://gusmau.wordpress.com/page/2/

Senin, 15 Februari 2010

Arti penting catatan rekor

Citius, Altius, dan Fortius adalah tiga kata dalam bahasa latin yang kita akrabi sebagai motto penyelenggaraan sebuah olimpiade. Motto tersebut mulai diperkenalkan sejak tahun 1894, tahun IOC berdiri. Motto ini dipinjam oleh Pierre de Coubertin dari salah satu rekan baiknya, Henri Didon, seorang Pastor di Dominika yang juga mempunyai tanggung jawab sebagai seorang staf pengajar olahraga. Dalam bahasa kita, ketiganya bisa diterjemahkan menjadi lebih cepat, lebih tinggi dan lebih kuat. Moto inilah yang menjadi ilham bagi setiap atlet peserta olimpiade untuk memberikan apa yang terbaik yang dimilikinya dan tanpa mengabaikan sportivitas untuk berlomba, bertanding dan berkompetisi pada ajang olahraga empat tahunan ini.
Pada saat motto citius, altius, dan fortius ini dipergunakan sebagai motto dalam olimpiade pertama mungkin Pierre de Coubertin tidak berpikiran agar tiap atlet untuk menciptakan rekor dalam setiap nomor yang digelar, tetapi sebagai pemicu semangat agar atlet yang berlomba atau bertanding mengerahkan segenap kemampuan yang dimilikinya tanpa menghilangkan sportivitas sebagai roh olimpiade. Tapi seiring dengan perkembangan IPTEK, harga diri atlet termasuk bangsanya,atau mungkin bonus yang dijanjikan oleh negaranya, atlet bukan hanya sekedar bertanding atau berlomba tetapi juga berusaha menjadi yang terbaik di cabangnya dengan berusaha menumbangkan rekor sebelumnya. Kemenangan memang akan menjadi tujuan utama tetapi menciptakan rekor baru atau menumbangkan rekor lama adalah bonus tersendiri dan kepuasan diri yang tidak dapat diukur dari sisi materi.
Namun saat ini setiap orang bahkan kelompok berlomba-lomba ingin menciptakan rekor, dan tidak hanya di dunia olahraga, bahkan ada lembaga yang mengkhususkan pada pencatatan rekor. Semua rekor dunia dalam berbagai kategori tercatat dalam Guinness World Records. Edisi terbarunya mencatat lebih dari 1000 rekor baru yang sangat menakjubkan, mulai dari kehebatan tubuh manusia (wonders of the human body) sampai fakta-fakta menarik tentang alam semesta dan perkembangan teknologi. Bagian yang paling banyak mencatat rekor baru setiap tahunnya adalah kategori olahraga. Pemecahan rekor yang terus berkelanjutan di berbagai bidang olahraga ini dapat terjadi karena semakin berkembangnya pengetahuan manusia terutama dalam bidang fisika yang mendasari setiap aktivitas manusia.
Rekor-rekor terbaru yang berhasil masuk dalam kategori olahraga Guinness World Records berasal dari lapangan atletik, sepakbola, basket, lantai senam, meja billiard, arena tinju, dan berbagai bentuk olahraga di udara dan air. Terdapat pula berbagai rekor tentang berbagai kemampuan tubuh manusia yang dianggap langka dan ajaib, misalnya dalam seni beladiri. Peter Wetzelsperger (Jerman) mencatat rekor dunia saat ia berhasil memecahkan 64 buah kelapa menggunakan tangan kosong dalam waktu 1 menit dalam acara Guinness – Die Show Der Rekorde pada tanggal 15 February 2002. Aksinya ini mengundang decak kagum semua yang menontonnya. Ada berbagai pihak yang bahkan mengganggap bahwa Peter memiliki ilmu tertentu yang memungkinkan ia memiliki kekuatan yang demikian dahsyat. Ini sebenarnya tidak sepenuhnya salah karena aksi yang mengagumkan tersebut memang didasari oleh suatu ilmu tertentu, yaitu ilmu fisika. Dalam seni beladiri, konsep-konsep fisika memegang peranan penting untuk pengembangan dan penyempurnaan teknik serta peningkatan kekuatan. Atraksi yang berhasil membawa Peter masuk dalam catatan rekor dunia internasional ini sebenarnya merupakan demonstrasi konsep impuls, momentum, dan tumbukan yang terdapat dalam fisika. Melalui konsep ini dapat dijelaskan bahwa kecepatan yang tinggi dapat mempermudah pecahnya buah kelapa yang keras tersebut saat bersentuhan dengan sisi luar telapak tangan yang menjadi ‘pisau’. Semakin tinggi kecepatan tumbukan yang terjadi antara tangan dan kelapa semakin besar gaya yang diberikan sehingga kelapa semakin mudah dipecahkan. Penggunaan sisi luar telapak tangan juga didasari konsep fisika yang menjelaskan bahwa gaya, impuls, dan energi selalu diukur per luas permukaan yang tegak lurus sehingga semakin kecil luas permukaan semakin besar gaya dan energi yang terlibat. Ini sebabnya semua ahli beladiri tidak pernah menggunakan permukaan telapak tangannya saat berusaha memecahkan benda yang keras, tetapi justru memperkecil luas kontak untuk memperbesar gaya.
Dunia atletik mencatatkan berbagai rekor dunia, termasuk kategori lompat galah, lompat jauh, dan lari maraton. Stacy Dragila (USA) mencatat rekor dunia untuk lompatan (women’s pole vault) yang mencapai 4.81 m di Palo Alto, California pada tanggal 9 Juni 2001, dengan memanfaatkan konsep kekekalan energi mekanik dan elastisitas galah yang digunakan.
Rekor dalam kategori lari maraton untuk wanita dipecahkan oleh Paula Radcliffe (UK) pada tanggal 14 April 2002 di London Marathon dengan catatan waktu 2 jam 18 menit 56 detik. Lari maraton berasal dari legenda Yunani kuno yang mencatat perjalanan seorang kurir yang berlari dari Marathon di Yunani menuju Athena (lebih dari 25 mil) untuk membawa berita kemenangan pasukan Yunani atas Persia pada tahun 490 SM. Jarak jauh yang harus ditempuh dalam lari maraton modern (lebih dari 26 mil atau 42 km) menuntut kondisi fisik dan teknik yang prima supaya atlet tidak kehabisan energi. Menurut fisika teknik yang paling efisien untuk lari maraton adalah penggunaan kecepatan yang konstan (tidak berubah-ubah) karena energi yang diperlukan lebih sedikit. Jika lari maraton dilakukan dengan kecepatan yang cepat di permulaan maka lama-kelamaan kecepatan itu berkurang karena energi tubuh sudah terlalu banyak terkuras, sedangkan jika lomba diawali dengan kecepatan lambat yang terus ditingkatkan saat mendekati titik akhir, tubuh tetap mengeluarkan energi yang jauh lebih besar dari energi yang diperlukan saat berlari dengan kecepatan konstan.
Dunia atletik secara mengagumkan berhasil mencatatkan prestasi langka dalam kategori jumlah pemecahan rekor terbanyak dalam hari yang sama (most world records in one day). Jesse Owens (USA) mencatat enam rekor baru hanya dalam waktu 45 menit di Ann Arbor, Michigan, USA, pada tanggal 25 Mei 1935 di nomor lari 100 yard (9.4 detik) pada pukul 15:15, lompat jauh (8.13 m) pada pukul 13:25, lari 220 yard (20.3 detik) sekaligus rekor untuk lari 200 m pada pukul 15:45, dan lari gawang 220 yard (22.6 detik) yang juga merupakan rekor untuk lari gawang 200 m pada pukul 16:00. Prestasi atlet berdarah Afro-Amerika ini menghasilkan empat medali emas pada Olimpiade tahun 1936 di Berlin, Jerman, sekaligus mencatatkan sejarah yang meresahkan bagi kaum Nazi yang masih dipimpin Adolf Hitler yang selalu menyanjung tinggi dominasi ras kulit putih. Fisika Biomekanika yang membahas pergerakan tubuh manusia telah membantu Jesse Owens dalam menorehkan prestasi yang dapat mengangkat nama ras Afrika yang selalu dipandang rendah kala itu.
Olahraga yang dilakukan di udara juga memberi kontribusi dalam pemecahan rekor dunia. Matt Chojnacki (USA) melakukan atraksi berputar-putar di udara (quadruple-twisting quadruple back flip) dalam loncat bebas di Winter Park Resort di Colorado, USA, pada tanggal 4 April 2001 dan tercatat dalam kategori rekor Most somersaults and twists in a freestyle aerial jump. Atraksi ini sangat banyak melibatkan konsep fisika yang berkaitan dengan gerakan benda dalam fluida (udara) yang sangat dipengaruhi oleh densitas, buoyancy (daya apung), drag (gaya hambat udara), dan tekanan udara di berbagai ketinggian.
Di atas es, Harry Egger (Austria) mencatat rekor ski tercepat (248.105 km/jam) di Les Arcs, Perancis, pada tanggal 2 Mei 1999. Gerakan di atas es ini terjadi karena si pemain ski sengaja menciptakan gesekan dengan melakukan berbagai gerakan zig-zag. Gesekan ini membuat atlet ski tidak terpeleset jatuh karena licinnya es. Sedangkan gerakan berputar-putar (continuous spins) di atas es didasari oleh konsep gerak melingkar yang menghasilkan gaya sentripetal yang bergantung pada besarnya kecepatan sudut. Rekor dunia (60 putaran) untuk kategori ini dipegang oleh Neil Wilson (UK) saat beraksi di Spectrum Centre, Guildford, Surrey, UK, pada tanggal 1 Juli 1997.
Dunia otomotif mencatat nama Kenny Bernstein (USA) sebagai pembalap tercepat dalam Top Fuel Drag Race pada Oktober 2001 saat ia mencapai kecepatan 534.59 km/jam dalam mengemudikan sebuah Hadman yang menggunakan mesin TFX 500. Prestasi ini merupakan pencapaian teknologi canggih yang sangat membanggakan terutama dalam hal perekayasaan mesin yang tentunya merupakan hasil rangkaian berbagai rumus dan teori fisika mesin. Perhitungan yang dilakukan teknisi tidak lepas pula dari konsep-konsep gesekan yang sangat besar pengaruhnya bagi kelajuan maksimum yang bisa dicapai.
Dari lapangan golf, tercatat pula rekor dunia untuk Jbeam Win.1 sebagai tongkat golf paling ringan dengan dimensi yang sama dengan tongkat golf biasa. Total massa tongkat golf buatan Japan Golf Equipment Co Ltd ini hanya 220 gram. Berbagai konsep fisika dan nanoteknologi diaplikasikan dalam pembuatan tongkat ringan yang khusus diberi lambang Guinness World Records ini. Desain struktur material direkayasa sedemikian rupa dengan nanoteknologi (teknologi yang melibatkan materi berukuran nano) yang canggih sehingga dapat memiliki ukuran dan kekuatan yang sama tetapi dengan massa yang sangat ringan. Di masa depan perkembangan nanoteknologi dapat menghantar manusia pada dunia yang dikelilingi mesin-mesin dan alat-alat berukuran besar dengan massa yang jauh lebih ringan dari peralatan berat yang selama ini digunakan manusia (misalnya helm untuk pelindung kepala, senjata-senjata berat, dan lain-lain).
Dunia tenis mencatatkan Rob Peterson (USA) sebagai pemain tenis yang berhasil melakukan serve terbanyak (8,017 kali) tanpa melakukan satu pun double fault selama 10 jam 7 menit di Port Aransas, Texas, pada tanggal 5 Desember 1998. Serve yang baik dan tepat pada sasaran dapat dilakukan dengan mudah dengan menggunakan konsep tumbukan, momentum, dan impuls saat raket menyentuh bola tenis, sambil memperhitungkan koefisien restitusi (elastisitas tumbukan), gesekan dengan udara, dan konsep gravitasi.
Wimbledon Squash and Badminton Club mencatat permainan Roy Buckland (UK) yang berhasil memukul bola squash dengan kecepatan raket 242.6 km/jam dan menghasilkan kecepatan bola (232.7 km/jam) yang memecahkan rekor dunia pada Januari 1988. Konsep tumbukan, momentum, dan impuls lagi-lagi memegang peranan terbesar dalam menghasilkan rekor dunia ini. Konsep yang sama juga diaplikasikan lagi dalam pemecahan rekor shuttlecock tercepat (260 km/jam) yang dicatat atas nama Simon Archer (UK) saat bermain di Warwickshire Racquets and Health Club, Coventry, Warwicks, UK, pada tanggal 5 November 1996.
Dari dunia olahraga air, Martin Strel (Slovenia) berenang di sepanjang sungai Danube dan memecahkan rekor dunia saat mencapai total jarak tempuh 3,004 km pada tanggal 25 Juni sampai 23 Agustus 2000. Rekor untuk jarak tempuh terjauh (101.9 km) yang dapat dicapai selama 24 jam dalam kolam berukuran 25 m dicapai oleh Anders Forvass (Swedia) di sebuah kolam renang di Linköping, Swedia, pada tanggal 29 Oktober 1989. Jarak yang dapat ditempuh manusia saat berenang di air sangat bergantung pada teknik renang yang digunakan oleh perenang. Berenang merupakan jenis olahraga yang paling tidak efisien dalam penggunaan energi (walaupun energi yang dikeluarkan sudah sangat besar jarak tempuh yang dapat dicapai masih tetap kecil). Hal ini disebabkan adanya hambatan yang sangat besar yang berasal dari gaya gesek antara tubuh dengan air dan densitas dan viskositas air yang sangat berbeda dengan kondisi fluida lain yang biasa ditemui manusia, yaitu udara. Hukum-hukum Newton sangat berperan dalam mencapai gerakan renang yang paling efisien untuk mendapatkan jarak tempuh yang cukup besar. Selain hambatan dari air, ada pula hambatan yang berasal dari udara walaupun besarnya relatif lebih kecil dari hambatan air. Perenang yang berenang di bawah permukaan air hanya perlu menghadapi hambatan yang dihasilkan oleh air tetapi perenang harus mengatur teknik pernapasan yang baik karena hanya ada satu kesempatan untuk menghirup udara. Kapasitas paru-paru harus diperbesar supaya perenang dapat menghirup udara dalam jumlah semaksimal mungkin sehingga dapat bertahan di bawah permukaan air selama mungkin. Maarten Sterck (Belanda) berhasil menerapkan konsep-konsep ini dengan baik dan mencatat rekor dunia di Valkenswaard, Belanda saat ia berenang pada kedalaman 50 m di bawah permukaan air selama 39.89 detik pada tanggal 11 Maret 2001.
Meja billiard atau bola sodok ikut berpartisipasi pula dalam meramaikan pemecahan rekor dunia dengan mencatat nama Nicolaos Nikolaidis (Kanada) yang berhasil menjadi yang tercepat (1 menit 33 detik) dalam membersihkan semua bola di dua meja billiard pada tanggal 14 Agustus 2001 di Bar and Billiard Unison di Québec, Kanada. Nikolaidis juga berhasil memecahkan rekor dunia untuk keberhasilannya memasukkan bola dalam jumlah terbanyak (16,723) selama 24 jam. Untuk permainan 15 bola, rekor dunia dipegang oleh Dave Pearson (UK) yang hanya memerlukan 26.5 detik untuk memasukkan semua bola saat ia bermain di Pepper’s Bar and Grill, Windsor, Ontario, Kanada, pada tanggal 4 April 1997. Pearson juga memegang rekor dunia untuk jumlah terbanyak (10) meja 15 bola yang dapat ia bersihkan dalam waktu 10 menit di Las Vegas, Nevada, USA, pada tanggal 25 Mei 1998. Konsep yang kembali digunakan dalam olahraga ini adalah konsep tumbukan, momentum, dan impuls, yang dilengkapi dengan pengetahuan tentang vektor untuk menentukan arah pergerakan bola.
Ring tinju mencatat pula prestasi dalam jumlah KO (knock-out) terbanyak sepanjang karir seorang petinju yang dicapai oleh Archie Moore (USA) dengan 145 KO. Jumlah KO terbanyak yang bisa dicapai secara berurutan (44) mencatat nama Lamar Clark (USA) dalam pertandingan selama tahun 1958-1960. Clark bahkan pernah menjatuhkan enam orang lawan (6 KO) dalam satu malam yang sama (1 Desember 1958) di Bingham, Utah, USA. Lima dari enam orang tersebut jatuh pada ronde pertama. Strategi yang digunakan dalam olahraga ini adalah ketepatan sasaran pukulan yang masih mengaplikasikan konsep-konsep momentum, impuls, dan tumbukan.
Sangat menarik apabila kita mencoba untuk mengamati posisi rekor dunia yang baru diciptakan Usain Bolt pada nomor 100m pada olimpiade Beijing bersama rekor-rekor terdahulu. Rekor dunia tertua dalam lomba lari 100 M putra ini dibukukan oleh Don Lippincott (USA) pada tahun 1912, dengan catatan waktu 10.6 detik. Saat rekor ini dibuat, sistem pencatatan waktu masih dalam sistem satu digit di belakang koma. Untuk membuat catatan waktu berkurang dari 10.6 detik (rekor pertama di tahun 1912) menjadi 9.69 detik (rekor Usain Bolt) dibutuhkan waktu selama 96 tahun. Tentu banyak faktor yang mempengaruhi pemecahan rekor dunia ini. Termasuk di dalamnya adalah peran teknologi dan ketersediaan fasilitas berlatih, yang sangat berbeda dari tahun ke tahun. Dan tentu pula kita tidak bisa mengasumsikan bahwa hubungan antara catatan waktu dan tahun rekor dipecahkan adalah sesuatu hubungan yang linier. Namur paling tidak kita bisa menarik kesimpulan bahwa manusia “hanya” mampu mempercepat rekor dunia dengan laju rata-rata 0.01 detik untuk setiap tahunnya.
Tidak berlebihan apabila Usain Bolt mengatakan: “I am Number one....I...am...Number one”, sesaat setelah menyelesaikan partai final 200m yang baru lalu. Tidak ada yang bisa menyangkal bahwa memang untuk saat ini, The Lightning Bolt lah yang layak menerima julukan sebagai yang nomer satu.
Usain Bolt adalah talenta karunia Tuhan. Seperti yang dianugrahkanNya kepada Michael Jordan (bola basket), Maradona (sepak bola), Tiger Woods (golf) atau pun Michael Schumacher (F1) dan atlet-atlet lain yang menorehkan sejarah di dunia olahraga. Saat ini, tidak ada yang bisa mengalahkan Bolt kecuali dirinya sendiri .
Dari paparan di atas kita dapat menarik beberapa arti pentingnya catatan rekor yang dibuat para atlet :
1. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sangat berpengaruh terhadap peningkatan (penyempurnaan) berbagai teknik berbagai cabang olahraga, peralatan pendukung latihan, peralatan (perlengkapan) olahraga dalam pencapaian prestasi tertinggi olahraga.
2. Pemecahan rekor nasional sebagai salah satu indikasi terjadinya pembinaan olahraga yang baik pada cabang olahraga tersebut.
3. Kemampuan dan motivasi para atlet sangat berperan dalam pencapaian rekor.
4. Ilmu pelatihan terus berkembang dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu dan profesi, sehingga pelatih konvensional (seorang atlet hanya dilatih seorang pelatih) sudah mulai diganti dengan pelatihan moderen dimana seorang atlet bisa dibina oleh beberapa orang pelatih atau tenaga ahli, seperti pelatih fisik, pelatih teknik, psikolog (yang menangani mental), ahli gizi dan profesi lainnya yang dapat mendukung prestasi seorang atlet.
5. Dunia olahraga khususnya dunia olahraga prestasi menjadi mata pencaharian yang sangat menjanjikan bahkan gaji seorang pemain sepakbola profesional mengalahkan gaji seorang Presiden beberapa kali lipat.
6. Sampai seberapa besar kemampuan manusia untuk terus menciptakan rekor-rekor baru yang sepektakuler. Dan sudah berapa orang atlet yang menjadi korban ambisi untuk memecahkan rekor.
7. Tidak salah atlet selalu berusaha menciptakan rekor yang baru, tetapi harus disadari bahwa kemampuan manusia ada batasnya, roh olahraga, yaitu sportivitas harus tetap dinomor satukan, apa artinya sebuah rekor dibuat tetapi dengan cara-cara yang tidak sportif, misalnya penggunaan doping. Akan lebih bijaksana apabila semangat olimpiade kuno dan olimpiade moderen tetap terjaga, yaitu untuk ajang persahabatan antar negara yang diwakili oleh para atlet, sehingga dunia olahraga dapat menciptakan perdamaian dunia.

Minggu, 14 Februari 2010

Membuat Nugget Ikan

Membuat Nugget Ikan

Nuget ikan
Pembuatan nugget ikan ternyata sangat sederhana.
Bahan :
1. Daging ikan segar : 1 kg
Pilih jenis ikan yang dagingnya tebal, tidak banyak duri. Sebaiknya memilih jenis ikan yang ukurannya besar, yaitu 1 ekor ikan mempunyai bobot sekitar 2 kg. Di banyak resep disarankan ikan kakap, hanya saja kakap harganya jauh lebih mahal, sehingga bisa diganti dengan jenis ikan lainnya, dengan ciri-ciri mirip kakap(daging tebal, rasa enak, dan duri sedikit)
2. tepung sagu : 3 sendok makan
3. daun bawang
4. telur : 2 buah
5. Bawang putih : 2 siung
6. Bawang merah : 1 siung
7. Tepung panir, garam, royko secukupnya
Cara membuat
1. pisahkan ikan dari duri dan kulitnya. Potong/cacah ikan menjadi potongan halus. Jangan diblender
2. Bumbu dihaluskan
3. Daun bawang diiris halus
4. Campur ikan, bumbu, daun bawang, tepung sagu, dan telur
5. Taruh di loyang, kemudian kukus. Jika sudah dingin, potong-potong sesuai selera.
6. Masukkan ke dalam telur, balut dengan tepung panir
7. Taruh di lemari es. Jika ingin mencicipi, goreng dahulu

Materi membuat surimi

Materi membuat surimi

Surimi adalah produk olahan, hasil perikanan setengah jadi berupa hancuran daging ikan beku yang telah mengalami proses, pelumeran (leaching), pengepresan, penambahan bahan tambahan, pengepakan. Dari produk daging lumat seperti bakso, sosis, siomay dan sebagainya. Kali ini kita akan coba membahas cara pembuatan Surimi Ikan
Bahan Baku dan Bumbu
1. Ikan
Umumnya jenis ikan yang digunakan untuk surimi dari jenis yang kurang ekonomis / kurang dimanfaatkan dan dari jenis ikan yang berdaging putih, karena ikan yang berdaging putih mempunyai elastisitas yang tinggi. Jenis ikan yang berdaging putih anatara lain ikan cunang-cunang, manyung, pisang-pisang, ekor kuning, kurisi dan gumlah.
2. Bumbu
• Garam 0,2 – 0,3 %
• Gula pasir 3 %
• Poliphospat 0,2 %
Proses Pengolahan

surimi
1. Penyiangan dan Pencucian
- Ikan segar disiangi dengan cara membuang kepala dan isi perut, kemudian dicuci bersih
- Sayatlah kan memanjang pada bagian punggung lalu lakukan pengambilan daging dengan cara menyerok dengan menggunakan sendok.
2. Leaching
Proses leaching meliputi : pencucian daging ikan yang dilumatkan dengan air es ( air dingin ) dan diberi sedikit garam ( 0,2 – 0,3 %).
Perbandingan ikan dengan air dingin 1 : 4 dan perendaman dilakukan selama 15 menit sambil di aduk-aduk. Proses leaching tersebut, sebaiknya dilakukan 2 – 3 kali ulangan perendaman. Dengan perlakuan leaching akan dapat memperbaiki warna daging.
3. Pengepresan dan Penggilingan
- Ikan yang telah di leaching di pres dengan cara memerasnya dengan menggunakan kain biasa.
- Haluskan / lumatkan daging ikan tersebut dengan menggunakan gilingan atau blender hingga di dapat daging lumat halus menyerupai bentuk pasta. Pada saat pelumatan ini tambahankan gula 3 % dan poliposphate 0,2 %.
4. Pembekuan
Surimi telah selesai diproses kemudain dikemas dalam kemasan plastik dan bekukan dalam freezer
Sumber : http://bisnisukm.com

Resep Bakso Ikan Tengiri

Resep Bakso Ikan Tengiri


Bahan :
300 gram daging ikan tenggiri, dihaluskan
25 gram sagu aren
50 gram sagu tani
100 gram es batu
1 sdt garam
½ sdt merica bubuk
3 sdm bawang goreng
Cara membuat :
- Blender daging ikan tenggiri, garam, merica, dan es batu.
- Angka lalu masukkan bawang goreng, sagu aren, sagu tani sambil diuleni dan dibanting-banting.
- Bulatkan lalu rebus dalam air mendidih hingga terapung.
Untuk 30 butir

Senin, 25 Januari 2010

macam - macam energi


Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja.

Macam-macam bentuk energi :
1. Energi Panas
Energi panas atau kalor adalah energi yang berasal dari panas yang terjadi dari sinar energi matahari atau berasal dari nyala api.  Energi panas dapat menyebabkan benda memuai, mencair, mengupa atau terbakar.

2. Energi Gerak (kinetik)
Energi gerak atau kinetik adalah energi yang dimiliki benda untuk bergerak.  Contohnya air yang mengalir dan angin yang bertiup.

3. Energi Cahaya
Energi cahaya adalah energi yang ditimbulkan oleh cahaya.  Contohnya cahaya matahari yang dikumpulkan lewat lensa cembung dapat memanaskan kertas sampai terbakar.

4. Energi Bunyi
Energi bunyi adalah energi yang dihasilkan oleh bunyi atau suara.  Contohnya bunyi bom, bunyi halilintar, dan bunyi petasan.

5. Energi Potensial
Energi potensial adalah energi yang tersimpan dalam suatu benda.  Contohnya energi yang terdapat dalam katapel, per atau busur panah yang terenggang.

6. Energi Kimia
Energi kimia adalah energi yang tersimpan dalam senyawa-senyawa kimia.  Contohnya aki, baterai, dinamo.

7. Energi Atom
Energi atom adalah energi yang timbul pada reaksi atom saat inti atom dipecah menjadi partikel-partikel lainnya.

8. Energi Nuklir 
Energi nuklir adalah energi yang tersimpan dalam atom dari unsur-unsur nuklir.  Contohnya pada ledakan bom atom.

9. Energi Listrik
Energi listrik adalah energi yang dihasilkan oleh arus listrik.  Contohnya pada generator dan dinamo